Cara Sunat yang Paling Baik dan Aman

Cara Sunat yang Paling Baik dan Aman

Cara Sunat yang Paling Baik dan Aman

Sunat adalah prosedur medis yang direkomendasi terhadap tiap-tiap laki-laki. Berikut cara sunat yang paling baik, aman, dan direkomendasi secara medis.
FS88BET
Sunat atau dikenal terhitung dengan khitan adalah prosedur bedah minor yang telah dilakukan sejak ratusan tahun lantas di semua dunia. Istilah medis mengenal sunat dengan nama sirkumsisi.

Sunat mempunyai tujuan untuk mengangkat atau melenyapkan jaringan kulit yang menutupi ujung penis atau kulup. Pengangkatan jaringan ini baik untuk mengurangi risiko infeksi saluran kemih, kanker penis, peradangan penis, HIV, dan penyakit menular seksual lainnya.

“Selain kewajiban didalam agama Islam, sunat bermanfaat untuk kesehatan,” kata dokter spesialis urologi Arry Rodjani didalam diskusi media, Rabu (3/3).

Oleh dikarenakan itu, tiap-tiap orang terlebih orang tua diminta untuk dapat memilih prosedur sunat yang baik dan aman untuk anak. Prosedur yang tidak tepat dapat berisiko menyebabkan kerusakan penis dan terhitung kesegaran anak di era depan.

Menurut Arry, prosedur sunat yang baik dan aman adalah prosedur yang dilakukan dengan tehnik standar atau dikenal terhitung dengan konvensional dan dilakukan oleh orang yang terlatih.

“Harus dilakukan dengan tindakan atau tehnik konvensional. Artinya, harus menyadari bagian mana yang dipotong dan tidak mencederai bagian yang tidak dipotong dan menggunakan alat-alat yang steril,” kata Arry.

Menurut Arry, tehnik konvensional ini menjadi standar tindakan medis sirkumsisi di semua dunia.

Berikut cara sunat yang paling aman dan baik dengan tehnik konvensional.

1. Pemeriksaan fisik

Sebelum dilakukan tindakan, petugas harus menanyakan terlebih dahulu terhadap orang yang berkaitan atau orang tua berkenaan suasana penis dan terhitung riwayat penyakit terdahulu.

Pemeriksaan fisik dilakukan dengan cara memeriksa suasana umum anak atau orang yang dapat disunat dan terhitung kontrol lokal di tempat penis.

“Dokter atau petugas harus memeriksa terdapatnya kontraindikasi atau kelainan terhadap penis layaknya penis bengkok, terpelintir, masalah perdarahan, maka harus dilakukan sunat dengan prosedur bedah yang berbeda. Tidak dapat dengan cara konvensional. Harus dibawa ke dokter,” kata Arry.

Jika tidak tersedia kontraindikasi, maka boleh disunat dengan prosedur konvensional.

2. Anestesi

Sebelum disunat, anak atau orang yang dapat disunat harus dibius atau anestesi sehingga tidak merasakan sakit waktu tindakan dilakukan.

3. Tindakan sirkumsisi

Setelah 3-5 menit perlindungan bius, tindakan sirkumsisi boleh dilakukan dengan menggunting bagian kulit yang dapat dibuang.

“Bagian ini harus diperhatikan dengan baik sehingga cuma dapat dilakukan oleh orang yang ahli,” ucap Arry.

4. Kontrol perdarahan

Setelah tindakan, kebanyakan berlangsung perdarahan terhadap tempat yang dipotong. Oleh dikarenakan itu, petugas harus dapat mengontrol perdarahan dengan baik layaknya menggunakan jahitan.

5. Pascatindakan

Setelah tindakan sirkumsisi dilakukan, petugas terhitung harus memeriksa suasana untuk meyakinkan tak tersedia infeksi kelanjutan sampai penis amat pulih berasal dari luka pasca tindakan.

Sementara itu, tindakan sirkumsisi lain layaknya guillotine atau layaknya dipancung, tehnik klem, dan laser menggunakan listrik tidak direkomendasi dikarenakan berbahaya bagi penis.

“Teknik lain dapat meningkatkan risiko infeksi dan amputasi sehingga semua bagian penis dapat terpotong dan tidak dapat diperbaiki kembali. Sangat berisiko,” kata Arry.

Kunjungi Juga : Berita Info Online Terkini

Untuk jalankan cara sunat yang baik dan aman ini jalankan prosedur terhadap petugas yang telah pakar dan terlatih dan juga beroleh izin berasal dari Kementerian Kesehatan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *