Mengenal Vertigo Seperti yang Dialami Firmanzah Eks Stafsus SBY

Mengenal Vertigo Seperti yang Dialami Firmanzah Eks Stafsus SBY

Mengenal Vertigo Seperti yang Dialami Firmanzah Eks Stafsus SBY

Rektor Universitas Paramadina, Firmanzah berpulang Sabtu (6/2) pagi. Pria yang menjabat sebagai staf tertentu jaman Presiden Susilo Bambang Yudhoyono ini meninggal akibat penyakit vertigo. Akademisi Universitas Paramadina, Hendri Satrio membenarkan kabar ini.
Bandar Taruhan
“Benar, meninggal pagi ini. Kabar dari pihak keluarga gara-gara vertigo,” kata Hendri terhadap CNNIndonesia.com.

Apa itu vertigo?

Vertigo merupakan kondisi kepala pusing yang menimbulkan kesan bahwa penderita atau lingkungan berputar atau bergerak. Saat kambuh, vertigo merasa mirip dengan mabuk perjalanan tetapi tidak sama dengan pusing biasa.

Melansir dari Medical News Today, vertigo bukan penyakit melainkan gejala.Beberapa kondisi kesegaran sanggup memicu vertigo.

Biasanya kondisi ini tentang dengan keseimbangan di tempat telinga dalam atau masalah dengan proses saraf pusat.

Berikut kondisi-kondisi yang sanggup memicu vertigo:

Labirinitis
Labirinitis (Labyrinthitis) merupakan infeksi yang memicu peradangan labirin telinga bagian dalam. Dalam labirin telinga terkandung saraf vestibulocochlear yang mengirimkan informasi ke otak tentang gerakan kepala, posisi dan suara.

Selain vertigo, labirinitis akan memicu penderitanya mengalami gangguan pendengaran, tinitus, sakit kepala, sakit telinga dan masalah penglihatan.

Neuritis vestibular
Di sini terjadi peradangan di saraf vestibular. Ini mirip dengan labirinitis tetapi tidak berpengaruh terhadap pendengaran. Penderita akan mengalami vertigo diikuti dengan penglihatan tidak cukup jelas, mual dan merasa kehilangan keseimbangan.

Kolesteatoma
Kolesteatoma (Cholesteatoma) merupakan pertumbuhan kulit nonkanker di bagian sedang telinga. Pertumbuhan tak terkendali ini kebanyakan gara-gara infeksi berulang. Karena tumbuh di belakang gendang telinga, ini sanggup menyebabkan kerusakan susunan tulang telinga sedang sehingga timbul gangguan pendengaran dan pusing.

Penyakit Meniere
Penyakit Meniere memicu penumpukan cairan di dalam telinga sehingga timbul vertigo diikuti telinga berdering dan kehilangan pendengaran. Biasanya penyakit menyerang mereka yang berusia 40-60 tahun.

Vertigo posisi paroksismal jinak
Bagian dalam telinga mempunyai susunan yang disebut otolith dan mempunyai kandungan cairan dan partikel kristal kalsium karbonat. Otolith ini bagian penting yang mendukung kinerja organ keseimbangan, apparatus vestibularis.

Pada benign paroxysmal positional vertigo (BPPV) atau vertigo posisi paroksismal jinak kristal-kristal ini terlepas dan jatuh ke kanal bersifat setengah lingkaran.

Akibatnya, otak menerima informasi tidak cukup akurat mengenai posisi seseorang dan timbul sensasi seperti berputar. Biasanya vertigo terjadi tidak cukup dari 60 detik tetapi timbul gejala ikutan juga mual.

Seperti apa gejalanya?

Melansir dari Healthline, gejala vertigo akan bersifat kepala pusing seperti berputar dan makin lama jelek waktu kepala bergerak. Selain itu, orang yang mengalami vertigo juga mengalami peningkatan keringat, mual, dan muntah.

Sementara itu untuk penanganan vertigo, ini akan bergantung penyebab vertigonya.

Kunjungi Juga : Berita Info Online Terkini

Akan tetapi untuk ‘pertolongan pertama’ untuk meredakan rasa tidak nyaman akibat vertigo kebanyakan bersifat suplemen ginkgo biloba dan melatonin untuk menaikkan tidur juga sebagian model olahraga.

Kemudian minyak esensial pun banyak digunakan seperti peppermint dan lemon balm. Cukup sebagian tetes terhadap kapas atau tisu dan dihirup.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *