Penyebab Menurunnya Kemampuan Mengecap

Penyebab Menurunnya Kemampuan Mengecap

Penyebab Menurunnya Kemampuan Mengecap

Kehilangan kemampuan indera pengecap tak cuma berlangsung akibat Covid-19. Ada sebagian penyebab lain yang mengurangi kemampuan indera pengecap dan penciuman.
FS88BET
Para pakar kesegaran udah menyebutkan bahwa kehilangan kemampuan mencium atau mengecap menjadi tidak benar satu tanda-tanda Covid-19. Jika tanda-tanda ini nampak disertai demam, batuk, nyeri tubuh, sakit kepala, pilek, muntah, dan diare, maka seseorang diminta untuk langsung memeriksakan diri.

“Pasien kehilangan indera penciuman sepanjang 3-7 hari namun tersedia yang kehilangan indera penciuman lebih lama. Ketika kemampuan ini kembali, sebagian jelas tersedia pergantian penciuman dan perasa yang menetap,” ujar Anthony Del Signore, direktur rinologi dan operasi dasar tengkorak endoskopi di Mount Sinai Union Square, mengutip berasal dari Livestrong.

Anosmia sendiri merupakan suasana selagi manfaat indera penciuman mengalami penurunan. Kondisi ini umumnya bakal disertai dengan berkurangnya kemampuan dalam mengecap.

Namun, kehilangan kemampuan indera pengecap tak selalu berlangsung akibat Covid-19. Ada sebagian hal lain yang dapat ikut berkontribusi. Berikut di antaranya.

1. Konsumsi makanan atau minuman yang amat panas

Terdengar sepele, namun makan atau minum suatu hal yang amat panas dapat menyebabkan pergantian di indera pengecap. Makanan atau minuman yang dikonsumsi berikutnya bakal menjadi berbeda. Namun, suasana ini cuma berlangsung sementara.

2. Demam atau alergi

Saat hidung tersumbat akibat infeksi virus atau bakteri dan alergi, makanan atau minuman bakal menjadi hambar di lidah. Ini pula yang menyebabkan nafsu makan menurun.

Del Signore menyebutkan bahwa indera penciuman yang menghilang selagi sakit perihal dengan kemampuan indera pengecap yang menurun.

Setelah virus hilang dan alergi diobati, penyumbatan dapat mereda dan perlahan lidah bakal kembali mengenali rasa.

3. Polip hidung

Polip hidung merupakan pertumbuhan jaringan yang lembut, tidak nyeri, dan berupa non-kanker pada lapisan saluran hidung atau sinus.

Mengutip berasal dari Mayo Clinic, polip hidung timbul akibat peradangan gawat dan berhubungan dengan asma, infeksi berulang, alergi, kepekaan obat, atau problem kekebalan tertentu.

Polip hidung berukuran kecil kerap tidak mengakibatkan gejala. Sedangkan polip berukuran besar dapat menyumbat saluran hidung supaya menyebabkan kasus pernapasan, kehilangan indera penciuman, dan infeksi.

4. Prosedur penyembuhan tertentu

Obat-obatan spesifik dapat mengganggu indera pengecap, juga obat tiroid dan inhibitor ACE spesifik untuk tekanan darah tinggi, antijamur, dan obat kemoterapi.

Jika Anda merintis prosedur penyembuhan baru dan mengalami kehilangan indera pengecap tiba-tiba, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter.

5. Kekurangan nutrisi

Menurut tinjauan ilmiah yang diterbitkan di The Consultant Pharmacist, kekurangan nutrisi spesifik seperti seng (zinc) dapat menyebabkan kerusakan indera pengecap.

Selain itu, kekurangan vitamin B12 juga dapat memengaruhi indera pengecap. Vitamin ini miliki peran penting dalam manfaat proses saraf. Namun, sebelum saat memutuskan untuk memberi tambahan suplemen, Anda dapat berkonsultasi lebih-lebih dahulu dengan dokter atau tingkatkan asupan pangan punya kandungan seng dan vitamin B12.

Anda dapat meraih asupan seng berasal dari mengkonsumsi daging sapi, kerang, kacang-kacangan, produk susu, telur juga sayuran hijau. Sedangkan vitamin B12 dapat diperoleh berasal dari sarden, salmon, tuna, susu, yogurt, juga kerang.

6. Penyakit autoimun

Saat makanan menjadi tidak serupa di lidah, tersedia barangkali disebabkan penyakit autoimun. Penyakit Sjögren’s menjadi tidak benar satu penyakit autoimun yang dapat menyebabkan kekeringan secara luas.

Del Signore menjelaskan, kekeringan berlangsung di selaput lendir mulut supaya memengaruhi selera makan Anda. Saat air liur berkurang, kemampuan indera pengecap menurun supaya rasa terdistorsi. Makanan bakal menjadi seperti logam.

Selain pergantian indera pengecap, Sjögren’s bakal miliki tanda-tanda mata kering atau hidung kering, kerusakan gigi, sakit perut, dan nyeri sendi atau otot.

Kunjungi Juga : Berita Info Online Terkini

7. Kondisi neurologis tertentu

“Setiap suasana neurologis yang memengaruhi saraf kranial dapat memengaruhi rasa,” kata Rachel Kaye, asisten profesor dan direktur Laryngology-Voice, Airway plus Swallowing Disorders di Rutgers University.

Dia memberi tambahan contoh, Bell’s palsy yang menyebabkan kelumpuhan di tidak benar satu segi wajah. Penyakit ini bakal memengaruhi indera pengecap sebelum saat wajah menjadi lumpuh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *