Sleepwalking, Berjalan saat Tidur yang Tak Terkait Mimpi

Sleepwalking, Berjalan saat Tidur yang Tak Terkait Mimpi

Sleepwalking, Berjalan saat Tidur yang Tak Terkait Mimpi

Tidur tak senantiasa membuat seseorang tenang berada di kasur hingga keesokan pagi. Sebagian orang sanggup terjadi hingga berpindah lokasi tidur dikarenakan masalah tidur terjadi atau sleepwalking.
Bandar Taruhan
Ahli kesegaran tidur dari Snoring & Sleep Disorder Clinic RS Mitra Kemayoran, Andreas Prasadja mengatakan, sleepwalking termasuk ke didalam golongan parasomnia. Nama paling akhir merupakan kumpulan gejala yang tidak menyenangkan sementara tidur. Gangguan sanggup berupa gerakan, perilaku, emosi, persepsi, hingga mimpi yang tidak wajar.

“Itu masuk golongan parasomnia atau verbalisasi [pengalaman tidur] yang tidak wajar. [Selain sleepwalking] tersedia night terror, REM behaviour disorder, dan lainnya,” kata Andreas didalam webinar bersama Royal Philips, Selasa (16/3).

Sleepwalking, lanjut Andreas, dipicu oleh kurangnya mutu tidur yang gawat atau severe sleep deprivation.

Tak hanya itu, kondisi sleepwalking termasuk sanggup diturunkan secara genetik. Seseorang sanggup mengalami sleepwalking jikalau tersedia riwayat keluarga bersama sleepwalking.

Bukan Mimpi
Banyak orang menganggap bahwa terjadi sementara tidur terjalin bersama mimpi. Namun, faktanya sleepwalking tak tersedia kaitannya bersama mimpi.

Sleepwalking, mengetahui Andreas, terjadi sementara seseorang berada didalam fase deep sleep. Sementara mimpi terjadi didalam fase REM atau rapid eye movement.

“Baik sleepwalking, sleeptalking [melindur], atau sleeptexting [mengirim pesan sementara tidur] terjadi sementara dua jam awal tidur,” uajr Andreas.

Andreas memberi saran supaya keluarga senantiasa melindungi keamanan orang bersama tradisi sleepwalking.

“Jangan hingga [orang bersama sleepwalking] melukai diri sendiri atau orang lain. Kemudian, minimalisasi pinjaman tidur, mesti tidur secukup-cukupnya,” tegas Andreas.

Andreas mengingatkan, sleepwalking sanggup terjadi terhadap siapa saja, termasuk anak dan remaja. Pada anak dan remaja, dibutuhkan pengawasan orang tua sementara mereka tertidur.

Kunjungi Juga : Berita Info Online Terkini

Orang tua sanggup menegaskan kamar anak aman tanpa benda tajam, akses menuju balkon terkunci, dan dijauhkan dari benda-benda yang mudah terguling atau tidak stabil.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *